Welcome EVOS.Mobile Legends

Kali ini kami akan mengumumkan bahwa sekarang kami memiliki tim EVOS Esports Mobile Legends!

Buat yang sering main Mobile Legends, pasti sudah tidak asing lagi dengan tim Lord ini. Kami mengakuisisi tim Lord karena tim Lord berisikan pemain yang penuh potensi dan memiliki kekompakan di dalam tim.

Please welcome EVOS.Mobile Legends dan dukung terus EVOS.Mobile Legends ya! Turnamen perdana EVOS.Mobile Legends akan diadakan hari ini di turnamen Garuda Legendary Cup di Indocomtech Jakarta.

Roster dari kiri - kanan:
Fabiens, Eiduart, Quack, KneEr, Bandot, R e k t ,Donkey ,Oreo, Oura.

#EVOSROAR #EVOSMOBILELEGENDS #EVOSTRAVELOKA#EVOSLENOVO #EVOSNVIDIA #EVOSGOJEK

Rebuilding the EVOS Roster - Mencari Keseimbangan

Coaching

Seiring dengan datangnya coach asing yang untuk pertama kalinya kami lakukan di EVOS untuk meningkatkan performa tim, kami ingin melakukan sedikit sharing kepada EVOS Legion mengenai proses adaptasi terhadap coach kami dan beberapa kesalahan yang kami lakukan di dalam proses tersebut.

Jujur saja, awalnya, kami ber pikir bahwa dengan membawa coach asing, kami dapat membasmi segala permasalahan yang ada di dalam tim. Sayangnya, fakta berkata lain. Dari sisi manajemen, kami melakukan kesalahan dalam fase awal implementasi coach ke dalam tim, dan kami merasa bersalah terhadap para pemain dan fans kami. Kesalahan ini berakibat pada rendahnya semangat para pemain dan juga berakibat permainan buruk serta hasil yang tidak memuaskan untuk para fans dalam sebulan terakhir, terutama pada WCA Indo Qual, The Major League, serta Summit Open Qualifier.

Apa yang terjadi?

Kita mencoba untuk menggunakan metode latihan dengan konsep militan, dan hasilnya tidak seperti yang kami harapkan. Meskipun para pemain mengalami peningkatan dalam aspek pengetahuan in-game, mereka merasakan tekanan yang sangat besar di luar game. Hal tersebut menyebabkan moral yang rendah, dan merusak kepercayaan diri mereka sebagai pemain.

Masing-masing pemain menjadi sangat kritis terhadap kesalahan individu yang terjadi di dalam game. Diskusi tim menjadi kurang efektif, dan berakhir menjadi blaming time dimana kita hanya mencari kesalahan satu dengan yang lainnya. Meskipun saling kritis merupakan hal yang baik, kita gagal mendapatkan keseimbangan antara kritik positif dan negatif, dan menyebabkan suasana negatif di tim, munculnya rasa ragu antar pemain dan hilangnya rasa percaya terhadap skill individu dari masing-masing pemain. Jika kalian melihat beberapa pertandingan kami, kita tidak lagi bermain sebagai sebuah tim, dan tidak adanya keseimbangan tersebut yang menjadi sebabnya.

Menatap hari esok, kita telah mengambil hikmah dari apa yang kita lalui sebulan terakhir. Kita akan mencari cara untuk menemukan keseimbangan tersebut dan mencari formula coaching yang lebih efektif untuk tim kami, sehingga kami dapat kembali ke performa terbaik, dan membawa eSports Indonesia selangkah ke depan bersama #EVOSFAMILY.

Terima kasih kepada para EVOS Legion yang masih support EVOS dalam kondisi apapun dan juga terima kasih kepada para partners, GO-JEK, Traveloka, Lenovo dan NVIDIA yang masih tetap percaya kepada tim EVOS. #EVOSROAR

Rebuilding Roster EVOS : Tahap 1 Bagian 2

Penentuan Tujuan

Untuk memperoleh kesuksesan sebagai sebuah tim, setiap orang harus bergerak menuju ke satu tujuan. Inilah topik diskusi tim hari ini dan Aville & Vlaicu akan mengambil kendali.

Apa tujuan akhir kita? Apa sasaran kita? Apa yang kita butuhkan untuk meraih tujuan itu? Apa permasalahan yang kita hadapi? Bagaimana kita menyelesaikan masalah-masalah?

Ini adalah proses yang sangat penting untuk kita karena keinginan kita adalah untuk menyelaraskan semua orang di organisasi ini sehingga semuanya bisa bekerja keras untuk mencapai satu tujuan.

Setelah IPGL minggu ini, kami akan langsung fokus berlatih untuk The Major League tanggal 18 Oktober di Malaysia.

Sebuah kata motivasi dari sang Kapten Aville 🙂 "Kami mungkin belom kuat sekarang, tapi kami akan menjadi jauh lebih kuat di esok hari. Kami percaya kepada proses dan hasil dari proses itu. Hasil yang akan bicara sendiri.. Lets do this boys!"

Menurut pengalaman kalian apa sih yang kalian lakukan saat mau bangkit lagi?

#EVOSROAR

Rebuilding Roster EVOS : TAHAP 1

Komunikasi
 

Banyak dari teman2 sekalian yang bertanya ada apa dengan EVOS sekarang. Mengapa kami bermain sangat buruk dan apa yang kami akan lakukan untuk bangkit lagi. Kami akan berbagi sedikit tentang apa yang terjadi di balik layar EVOS eSports.

Dengan keluarnya 2hoi, kami tidak hanya kehilangan support terbaik di Indonesia tetapi kami juga kehilangan kapten informasi kami. 2hoi adalah pakar yang menginfokan cooldown, timing, dan pergerakan untuk menguasai map.

Oleh karena itu, di pertandingan baru baru ini, tanpa informasi mengenai cooldown, baik itu dari sisi kami maupun musuh, kami melakukan perang tanpa persiapan dan juga kekurangan percaya diri. Berbrapa hal ini menyebabkan kekalahan di medan perang.

Karena itu, untuk membangun roster EVOS, langkah pertama kami adalah mengembangkan komunikasi didalam tim. Pastinya akan memakan waktu, namun sangat penting untuk menentukan seberapa baik roster kami kedepannya.

Terima kasih kepada sponsor sponsor kami, Lenovo, Traveloka, Gojek, dan NVidia yang selalu mendukung kami walaupun dalam jangka waktu ini kami sedang tidak dalam performa bagus. Kami janji akan kembali dan menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya!

Stay tuned untuk tahap ke-2 : Kepemimpinan

#EVOSROAR

Joindota League: EVOS vs Signify

GAME 1

Early game untuk Facehugger berlangsung sangat berat. 2 kali solo kill oleh Tinker kepada Facehugger membuat Ember Spirit yang dipakai kesusahan. Sand King dan Nature's Prophet pun langsung datang ke mid lane 2 kali untuk membantu membunuh Tinker yang apabila tidak dibunuh akan menjadi hero yang sangat susah dikontrol.

Masuk ke mid game, Ember Spirit yang sudah memiliki Veil dan Boots of Travel lebih bisa mengontrol map dan mengontrol hero-hero milik Signify. Ursa dan Nature's Prophet yang sudah memiliki item penting pun bisa mematikan hero dari Signify. Game 1 berhasil dimenangkan oleh EVOS. EVOS 1-0 Signify.

22429251_10212354675336146_687590198_o.png

GAME 2

Early game 2 bisa dipegang oleh EVOS yang mengambil Lich dan Nature's Prophet kembali. Timbersaw yang dimainkan oleh Azur4 semakin susah dibunuh karena tidak ada burst damage yang dimiliki oleh tim Signify.

Tim Signify menyadari bahwa tim EVOS tidak memiliki stun untuk mengontrol split push mereka. Hanya Dragon Knight yang memiliki stun dan Eul's Scepter yang dibeli oleh Timbersaw kemudian yang dapat membatalkan Teleport dari Signify. Split push yang dijalankan oleh Signify berjalan dengan baik. Sering kali EVOS kewalahan mengontrol map dan menculik hero dari Signify yang selalu Teleport kembali ke base ketika akan di-gank.

Masuk ke late game, tim EVOS tidak bisa menahan burst damage yang sudah dimiliki oleh Mirana dan Luna. Game ke-2 dimenangkan oleh Signify. EVOS 1-1 Signify.

#EVOSROAR

Joindota League : EVOS vs HappyFeet

Bermain perdana setelah xFreedom bergabung, tentunya banyak yang memiliki ekspektasi tinggi EVOS akan bermain lebih bagus dibandingkan dengan permainan sebelumnya.

GAME 1

Early game EVOS berjalan sangat bagus. Rotasi dari Spirit Breaker milik Vlaicu yang selalu mengikuti pergerakan Night Stalker sedikit membuat laning dari HF sedikit kesusahan. Monkey King yang ditempatkan di mid lane berhasil mengatasi Mirana dengan bantuan Spirit Breaker. Trilane agresif yang dilakukan EVOS dengan menempatkan Weaver, AA, dan rotasi dari Spirit Breaker membuat First Blood didapatkan oleh EVOS.

Masuk ke midgame, Earthshaker yang dimiliki HF membuat EVOS kerepotan karena selalu tertangkap dengan 3-man echo slam.

source : Youtube Moobatv

source : Youtube Moobatv

Berawal dari kemenangan teamfight di shrine EVOS, HF lebih memegang kendali pertandingan karena EVOS kerap kali memaksa perang di waktu yang tidak tepat karena belum memiliki item survive seperti BKB. GG game 1 dimenangkan oleh HF. HF 1-0 EVOS.

GAME 2

Masuk ke game 2, setiap tim memiliki hero set up masing-masing seperti Bane dan Mirana di tim EVOS dan Jakiro dan Pudge di tim Happy Feet. Early game lebih mengarah ke Happy Feet karena rotasi dari Pudge lebih bagus dibandingkan rotasi Night Stalker karena early game Night Stalker kurang memiliki efek karena skill 3 dari NS tidak berfungsi. 

Masuk ke mid game, EVOS memegang kendali game karena memiliki Timbersaw yang terlalu fat. Pada early game, Timbersaw bertemu Phantom Lancer dan Phantom Lancer tidak bisa melakukan banyak hal karena kecepatan Timbersaw untuk clear illusion dari seorang PL.

Source : Youtube RevivaLTV

Source : Youtube RevivaLTV

Masuk ke mid game, banyak war terjadi dan semuanya dimenangkan oleh EVOS dengan minimal 3 hero mati dari tim Happy Feet. Sampai ke akhir game, EVOS selalu memegang kendali dan memenangkan game 2. EVOS 1-1 HF.

#EVOSROAR

Nicholas "xFreedom" Lim Joins EVOS Esports as a Coach

EVOS Esports are pleased to announce that Nicholas "xFreedom" Lim joins us as a new member of EVOS Esports as a coach! This is a new thing to EVOS Esports because it is a first time that EVOS has a coach who will live together with all of the players in the gaming house.

xFreedom was a professional DOTA 2 player from Singapore and has played with some notable players, such as iceiceice, hyhy, Loda, xy, at Zenith and was playing for LGD.int alongside Black, Misery, Pajkatt, and Brax. His most notable achievement was placed 5-6th at The International 2012 with Zenith.

source: furryfish.me

source: furryfish.me

 

EVOS Esports CEO, Ivan Yeo:

"Post TI7 hasnt been kind for EVOS. Couple of key players has their own things in mind and replacing them requires time and lots of hardwork. We are still working hard to develop our teams, and acquiring coach will speed up their process into one of established talents in the scene.

Having a coach has been a goal that EVOS tried to accomplish within last 6 months. We've contacted numbers of names within the scene only to fail to acquire them as our coach. Some still want to pursue their career as a player, and some end up coaching much bigger and popular teams within SEA dota2 scene. Initially, our plan is to have online coach, but after a while, the language barrier is too much, and we realized we have to move in the coach to establish the synergy despite the language barrier.

Finally, xfreedom serves as our light in the end of tunnel. No words cant express our excitement when he agreed to kickstart his coaching career with us. Rest assured, this will be another step to our road back to glory. We might not be the first to bring foreign coach to Indonesia team, but we eager to prove that we will be the first to achieve success by doing so."

EVOS Esports DOTA 2 Coach, Nicholas "xFreedom" Lim:

"I'm so excited to coach EVOS DOTA 2 since it's a new experience for me. Thank you to EVOS for having me. EVOS have so much capabilities to make it as top team in SEA region and together we will make it happen."

Welcome, xFreedom!

#EVOSROAR

Playoff Prodota Cup SEA #10 EVOS vs FDG

Game 1

evos vs fdg game 1.png

Pertarungan SF dan Lina sebenarnya di atas kertas dapat dimenangkan oleh Lina karena memiliki base damage dan burst skill yang kuat. FDG pun memiliki strategi Clockwerk + SF yang memungkinkan SF mendapatkan soul lebih banyak di awal game. Earthshaker yang membantu lane mid di awal-awal membuat SF harus mati dan First Blood didapatkan oleh Lina.

Berjalan ke mid game, banyak sekali fight yang terjadi karena hero dari kedua tim memang cukup kuat apabila dipakai untuk perang. Namun, Abaddon dari tim FDG terus menerus farming di bawah, menghancurkan tower, dan hanya sesekali mengikuti perang dari tim FDG.

Abaddon yang sudah terlalu kuat lebih susah untuk dibunuh. Beberapa kali upaya dari tim EVOS untuk membunuh Abaddon tidak bisa dimaksimalkan dan tim EVOS yang harus terculik karena backup yang tepat waktu dari tim FDG. 

Fokus objektif yang dilakukan oleh tim FDG harus memaksa EVOS menginisiasi perang. Namun, level tinggi yang dimiliki oleh core-core tim FDG membuat inisiasi EVOS tidak bisa berjalan dengan lancar. GG to FDG. EVOS 0-1 FDG.

Game 2

evos vs fdg game 2.png

EVOS terlihat masih struggling dalam map control pada game ke-2 ini. Standin Huppey yang baru bergabung bersama EVOS beberapa hari yang lalu masih belum berada dalam performa maksimalnya. 

Walaupun sudah menggunakan combo lama EVOS, Dark Seer dan Spirit Breaker, EVOS masih belum bisa mengalahkan FDG yang memang diperkuat oleh banyak pemain terkenal di SEA, sepert AhJit dan adam343. 

Combo-combo yang keluar dari Jakiro dan Dark Seer memang beberapa kali menyusahkan FDG. Namun, Venomancer dari FDG masih terlalu kuat karena memiliki talent 30% XP Gain dan menggunakan Hand of Midas sehingga dapat farm dengan cepat dan memiliki level yang sangat tinggi.

EVOS lagi-lagi harus mengakui keunggulan FDG karena dalam beberapa kali teamfight belum dapat dimaksimalkan oleh EVOS. GG to FDG. EVOS 0-2 FDG.

 

Keep supporting us! #EVOSROAR

Prodota Cup SEA #9 EVOS VS RRQ

Bermain dengan full team untuk pertama kalinya sejak kapten Aville pulang dari Jerman, EVOS menunjukkan performa yang sangat baik setelah mengalahkan RRQ 2-0.

GAME 1 REVIEW

Bermain dengan hero yang sangat jarang di-pick dalam game-game sebelumnya, Death Prophet, EVOS harus melawan strategi Phantom Lancer mid yang sangat mudah meng-harras musuh untuk mendapatkan space farm yang cukup. 

1.jpg

Bermula dari Shadow Shaman dan Juggernaut yang hendak mengambil bounty rune di bagian shrine radiant bagian atas, Shadow Shaman harus merelakan dirinya terbunuh demi menyelamatkan Juggernaut. First Blood untuk EVOS.

2.jpg

Aville yang bermain Dark Seer cukup gampang farming menggunakan Ion Shell nya. Walaupun sudah dibunuh 1 kali oleh gank yang dilakukan RRQ, Dark Seer mampu farming dengan cepat dan hal ini memaksa RRQ untuk menghancurkan tower atas dengan cepat. EVOS yang tidak mau kehilangan tower atas pun langsung defense dengan 3 orang berada di lane atas.

3.jpg

Ursa yang lumayan enak di lane bawah sudah mendapatkan Phase Boots dan Vladimir Offering di menit 10 dan langsung mengincar roshan tidak lama setelah itu. Walaupun networth Juggernaut berada di paling atas. Map control sekarang lebih dikuasai oleh EVOS.

4.jpg

Masuk ke midgame, EVOS harus menunggu Batrider memiliki Blink Dagger agar mampu menjalankan ganking. Batrider yang memiliki Blink Dagger sangat efektif untuk menculik 1-2 hero seperti Puck dan Juggernaut yang gampang untuk di instant kill. Masuk ke menit 28, masing-masing core dari kedua tim sudah memiliki item inti untuk melakukan gank dan menjalankan strategi. Batrider yang sudah memiliki Blink Dagger langsung ulti ke arah Juggernaut dan tidak cukup waktu lama untuk membunuh Juggernaut. 

6.jpg

Walaupun total kill lebih banyak EVOS, tapi RRQ masih mengimbangi networth karena Juggernaut, Phantom Lancer, dan Puck dapat clear creep dengan cepat. Phantom Lancer yang ketinggalan networth di awal game juga langsung farm dengan cepat untuk mengejar ketertinggalannya. Unggul total kill membuat EVOS tidak mau berlama-lama karena kekuatan hero RRQ lebih kuat dibandingkan dengan EVOS. 

EVOS melakukan push highground di tower bagian bawah RRQ. Walaupun EVOS berhasil merobohkan tower 3 RRQ dan RRQ harus melakukan buyback 1 hero, EVOS harus kehilangan 4 orang karena pengejaran yang dilakukan RRQ sampai ke bagian sungai di dekat secret shop.

7.jpg

Death Prophet yang masih mati cukup lama, RRQ langsung menghancurkan tower mid ke-2 dan setelah itu langsung ke roshan. EVOS yang mengetahui hal ini tidak akan membiarkan roshan terambil. Perang yang terjadi di roshan dan RRQ yang sangat butuh Aegis digagalkan oleh Ursa yang masuk ke roshan pit dan langsung deny Aegis. Kerugian untuk RRQ ini ditambah dengan Juggernaut yang harus mati.

8.jpg

Pertarungan sengit kedua tim berlangsung sampai ke menit 48. Beberapa kali team fight dimenangkan oleh EVOS dan RRQ harus mati 4 hero. Ada kalanya EVOS harus mati 4 hero karena harus menghancurkan barak milik RRQ. Namun masuk ke menit 46, Batrider berhasil menangkap Phantom Lancer dan Juggernaut harus buyback untuk mempertahankan barak dan menolong Phantom Lancer. Perang ini dimenangkan oleh EVOS dan RRQ harus teamwipe. GG call dari RRQ. EVOS 1-0 RRQ.

9.jpg
10.jpg
 

GAME 2 REVIEW

Game 2 berjalan lebih lama dari game pertama dengan skor yang sama persis, 41-24. Game selama 1 jam ini berhasil dimenangkan oleh EVOS dengan combo dari AA, Faceless Void, dan Sand King, serta damage physical dari Lina yang sangat kuat.

 

11.jpg

Early game Lina harus bermain sangat defensif karena Kunkka dan Puck dari RRQ mampu membunuh Lina dengan sangat cepat. Bahkan dengan bantuan Sand King sekalipun, RRQ masih mengincari Lina di midlane. 

12.jpg

Masuk ke midgame, Shadow Shaman yang sudah level 6 dan memiliki ultinya untuk menghancurkan tower dengan cepat, ditambah dengan Venomancer dan Troll langsung mengarah ke tower 2 bawah EVOS. Aville yang tidak siap langsung diculik dan mati ketika sedang mau defense tower. Tower 2 hancur dan RRQ memiliki keunggulan untuk warding di daerah bawah.

13.jpg

EVOS yang bermain sangat aman membuat RRQ bebas menjelajah hutan EVOS. 4 orang dari RRQ selalu menjelajah hutan EVOS dengan harapan mendapatkan 1 orang dari EVOS yang sedang farming di hutan. RRQ berani melakukan ini karena sedang unggul networth 7k dan unggul dalam map control. EVOS yang merasa harus keluar dari tekanan ini langsung melakukan smoke dan mengarah ke arah hutan atas RRQ. Kunkka yang berada di hutan menjadi korban dari smoke EVOS. 

15.jpg

RRQ yang merasa dirugikan oleh pergerakan ini langsung menjalankan push demi mendapatkan hal yang pasti dan tidak mengejar hero EVOS tanpa vision. Push ini berhasil ditahan oleh EVOS. RRQ yang mundur terus dikejar oleh EVOS walaupun 2 hero dari EVOS sudah mati dan buyback. Troll yang memiliki aegis harus mati, Puck yang berusaha kabur juga harus mati karena dikejar oleh 3 hero dari EVOS.

16.jpg

EVOS yang beberapa kali mempertahankan highgroundnya membuat RRQ harus berpikir apa yang harus dilakukan agar bisa menghancurkan barak EVOS dengan percaya diri. Roshan adalah salah satu solusinya. RRQ yang lagi unggul situasi karena Faceless Void masih mati langsung bergerak ke arah roshan. Tetapi, hal yang terjadi diluar kemauan RRQ. Venomancer dengan tidak sengaja deny Aegis sehingga yang didapat hanyalah Cheese. 

17.jpg

Hal ini mungkin membuat RRQ sedikit tilt. Sampai ke akhir game, RRQ berkali-kali kalah war dari EVOS dan membuat keunggulan EVOS semakin tinggi. EVOS yang sudah mendapatkan mega creep bermain aman dengan tidak memaksa langsung throne. RRQ yang melakukan smoke terakhir harus menerima kekalahan war terakhir dengan 4 orang terbunuh. GG called oleh RRQ. EVOS 2-0 RRQ.

19.jpg
20.jpg

Keep supporting EVOS!
#EVOSROAR

 

Prodota Cup SEA #9 EVOS VS Lorem Ipsum

Kapten Aville yang belum sampai ke Indonesia membuat EVOS harus menggunakan standin lagi untuk pertandingan semifinal upper bracket Prodota Cup SEA #9 melawan Lorem Ipsum. Sebelumnya, EVOS dan LI sempat bertemu di group stage dan skor berakhir dengan 1-1. Pertemuan kali ini dimenangkan oleh Lorem Ipsum dengan skor 2-1 dan EVOS harus turun ke lower bracket.

Game 1 Review

1.jpg

Beebie yang terkenal dengan skill Meepo-nya kembali menggunakan Meepo pada game pertama. EVOS sepertinya sudah siap untuk melawan Meepo dengan mengambil Riki, Venomancer, Puck, dan Bloodseeker. Hero tersebut sangat mampu mengontrol Meepo ketika sedang war.

Bermain di midlane, Bloodseeker yang digunakan oleh Facehugger harus bertemu Meepo yang agresif oleh Beebie. Walaupun begitu, keduanya tetap bertukar last hit creep. Merasa Meepo tidak akan dibantu oleh temannya, Riki yang dimainkan oleh Vlaicu dan Ancient Apparition (AA) yang dipakai oleh 2hoi berjalan ke tengah untuk membunuh Meepo. First blood!

2.jpg

2hoi sempat membuat space untuk Puck yang dipakai oleh Huppey (standin) karena Dark Seer, Lich, dan Necrophos yang mengejar 2hoi sampai ke dalam tower pertama namun gagal untuk membunuh 2hoi yang sudah teleport terlebih dahulu dan miss Vacuum oleh Dark Seer. 

4.jpg

Vlaicu yang menggunakan Riki menjalankan tugasnya sangat baik dalam early game. Scouting yang dilakukan oleh Riki sangat membantu untuk mendapatkan kill. Necrophos yang ketahuan sedang farming di lane bawah pun langsung di gank dan dibunuh oleh AA, Puck, dan Riki.

5.jpg

Meepo yang dengan mudah farm di neutral creeps maupun ancient langsung mengincar Blink Dagger sebagai item pertamanya. 18 menit game berjalan, kekuatan dari Meepo pun sudah ditunjukkan oleh Beebie dengan mendapatkan double kill di midlane dengan membunuh Bloodseeker dan AA dan langsung menghancurkan tower 1 mid EVOS. 

6.jpg

Bermodalkan Blink Dagger, 2 Wraith Band, dan 1 Bracer, Meepo langsung menuju roshan tidak lama setelah double kill di mid. Namun EVOS tidak mau begitu saja melepas roshan ke tim LI karena mereka tahu apabila mendapatkan roshan maka LI dapat dengan mudah mengontrol game tersebut. Defense roshan yang dilakukan oleh EVOS sangat baik dengan Venomancer sebagai pembuka war langsung mengeluarkan Poison Novanya dan membuat hero dari LI keluar dari formasi mereka. 

Riki yang berhasil menculik Lich yang terpisah dari teman-temannya langsung membunuh Lich dengan cepat dan memaksa Meepo harus buyback untuk melawan EVOS di roshan pit. Defense roshan yang berhasil oleh EVOS dan buyback oleh Meepo sangat menguntungkan untuk EVOS

8.jpg

EVOS yang sudah merasa sangat kuat untuk stick 5 hero terus memaksa LI untuk war. Vision yang sudah dibuka oleh 2hoi di bagian shrine bagian bawah dire kembali menghasilkan war yang bagus untuk EVOS. Poison Nova lagi-lagi dikeluarkan di awal untuk mengontrol Meepo serta Blood Rite dari Bloodseeker yang mengunci Meepo agar tidak bisa kemana-mana berhasil membuat 4 hero dari Lorem Ipsum terbunuh.

11.jpg

4 hero yang mati dari LI membuat kesempatan untuk mengambil roshan terbuka lebar untuk EVOS dan benar saja, EVOS langsung mengambil roshan. Attempt steal Aegis dari Clockwerk belum berhasil dan Clockwerk yang sudah terlanjur Hookshot menjadi makanan empuk untuk EVOS. 

12.jpg

Meepo kembali harus buyback karena mati saat mempertahankan tower 3 mid mereka. Retreat yang dilakukan oleh para pemain EVOS dibilang berhasil dan worth karena tower 3 berhasil dihancurkan, Meepo buyback, dan 2 core dari EVOS selamat. 

14.jpg

Setelah semua hero hidup, EVOS kembali push. Kali ini sasarannya adalah lane bawah dari LI. Kombo yang berjalan sangat baik dari EVOS kembali dapat mengunci Meepo dan membunuh Meepo terlebih dahulu saat war. Hal ini membuat LI langsung call GG. Game 1 dimenangkan oleh EVOS!

16.jpg
GAME1END.jpg
 

Game 2 Review

Game 2 ini kembali mempertemukan Lina dan Templar Assassin di midlane, Lina kembali dibantu oleh Earthshaker, bedanya kali ini adalah Templar Assassin dibantu oleh Earthspirit yang mampu lompat ke dekat Lina dengan sangat cepat dengan skillnya.

GAME2.jpg

First blood yang biasanya diambil oleh EVOS kali ini harus diambil oleh LI. Permainan Legion Commander yang sangat baik mampu meredam keagresifan Batrider dan Batrider yang terlalu agresif harus merasakan akibatnya yaitu harus dibunuh oleh LC. 

17.jpg

Duet Earthshaker dan Lina pun harus kalah dengan duet Templar Assassin dan Earthshaker. Templar Assassin dibuat sangat enak di midlane dan stack-stack ancient yang dilakukan oleh Lorem Ipsum membuat Templar Assassin mendapatkan Desolator dengan cepat (+- menit 11). Dengan keunggulan yang sangat baik tersebut, tim LI tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan roshan dengan cepat. Di menit 13, Aegis menjadi milik Templar Assassin. Control map dan game pun jatuh ke tangan LI.

20.jpg

Strategi pick Lone Druid dengan harapan bisa bertahan ke late game pun tidak berjalan dengan baik. Lone Druid belum mampu mendapatkan item intinya ketika Templar Assassin sudah memiliki banyak item penting seperti Blink Dagger dan Desolator. Walaupun berhasil mendapatkan tower 2 di bagian bawah, networth Lone Druid belum mampu menyamakan Templar Assassin dan membalikkan keadaan.

22.jpg

Tahu bahwa mereka sudah unttuk banyak dari segi networth, experience, dan map vision, LI pun langsung push ke tower 3 pada menit 19 dan EVOS yang tidak bisa bertahan pun langsung call GG. 1 EVOS - 1 Lorem Ipsum.

GAME2END.jpg
 

Game 3 Review

Bermain dengan strategi aura Drow Ranger dan hero range, EVOS harus melawan pick Broodmother dari Lorem Ipsum. 

GAME3START.jpg

Early game Broodmother sangatlah berjalan dengan baik. Sentry dari EVOS yang dihancurkan oleh support dari LI membuat Broodmother dapat farming dengan sangat mudah. Visage belum bisa mengimbangi last hit dari Broodmother yang memiliki damage cukup besar ditambah dengan quelling blade dan skill 1 dari Broodmother. 

NP di bagian offlane juga harus bekerja susah payah karena hero gank dari LI sangat bagus. Earth Spirit, Witch Doctor, dan Bloodseeker berulang kali membunuh NP dan harus membuat NP kesusahan mencari item.

24.jpg

EVOS pun melancarkan strateginya di midgame. Drow Ranger, Visage, dan NP, push tower bawah sampai ke tower 2 setelah menculik Omniknight dan Earthshaker di tower 1. Tower sangat cepat hancur karena Nature's Call dari NP dan juga aura Drow Ranger serta ulti dari Visage. 

27.jpg

Broodmother yang sudah memiliki banyak item pun langsung menuju ke Roshan bersama 4 hero lain. EVOS tidak mau melepas Roshan ke LI karena tidak mau kehilangan control map setelah menghancurkan tower 2 bagian bawah tadi. Sayangnya, EVOS tidak mampu menahan Broodmother yang sudah sangat banyak mendapatkan item serta Repel dari Omniknight dan juga Guardian Angelnya. Static Field yang miss dari 2hoi juga memudahkan LI untuk membunuh semua hero EVOS.  

29.jpg

Setelah memenangkan Roshan, LI langsung menggempur pertahanan EVOS. Dimulai dari tower 2 mid, lalu ke tower 3. LI seperti tidak memberikan nafas lagi bagi EVOS untuk bertahan. Broodmother yang sudah sangat kuat pun tidak bisa dibunuh lagi, ditambah lagi dengan Bloodseeker dan Omniknight yang selalu melindungi Broodmother. GG to Lorem Ipsum. 1 EVOS - 2 Lorem Ipsum.

32.jpg
33.jpg

Kekalahan ini membuat EVOS harus turun ke lower bracket Prodota Cup SEA #9 dan nantinya akan bertemu TP.NND atau pemenang dari RRQ vs MFB.

Keep supporting EVOS!

#EVOSROAR

Prodota Cup SEA #9 EVOS VS Highground

Tanpa hadirnya Aville yang sedang ke Jerman bersama ramzi dan Lenovo, hari ini EVOS menggunakan standin Nj yang dulu sempat satu tim bersama YamateH untuk membantu mengisi posisi offlane.

Game 1 review

1.png

 

Bermain dengan komposisi seperti biasanya, EVOS harus melawan musuh yang menggunakan strategi physical damage seperti Nature's Prophet, Lifestealer, dan Templar Assassin.  Dilihat dari komposisi hero tim Highground, Templar Assassin yang berada di mid lane dengan Lina memiliki keunggulan apabila Lina tidak dibantu 1 orang support.

EVOS mampu membaca keunggulan Templar Assassin di mid lane dan Vlaicu langsung membantu Facehugger di mid. Kombo 2 kali stun oleh mereka membuat TA kesusahan untuk melakukan last hit. Akhirnya, Facehugger mendapatkan first blood dengan membunuh TA.

2.jpg

Setelah mendapatkan first blood, mid lane yang seharusnya susah untuk Lina dalam melawan TA, menjadi sedikit lebih mudah karena TA kehilangan beberapa wave creep dan Lina semakin mudah untuk mendapatkan itemnya.

Nj yang bermain Batrider dalam game ini sempat membuat space untuk Azur4 (Thephiboy) yang bermain Morphling. Nature's Prophet yang farming dengan mudah di atas terpaksa teleport ke tengah karena HP milik Nj yang sisa sedikit sedang berlari dari kejaran musuh. Beruntung, Nj memiliki tranquil boots dan HP-nya selalu regenerasi ketika berlari. Morphling Azur4 pun dapat bernafas lega setelah di-harras berulang-ulang oleh NP. Tidak hanya NP yang dipaksa teleport, Rubick pun juga harus teleport demi membunuh Nj, tapi Nj masih selamat. Space created.

5.jpg

Setelah kembali ke lane, NP kembali meng-harras Morphling habis-habisan sampai networth Morphling lebih sedikit dibandingkan dengan NP. Sadar bahwa carrynya butuh bantuan, 2hoi dan Vlaicu yang bermain Dazzle dan Earthshaker langsung berjalan ke atas untuk membunuh NP yang tidak sadar akan kedatangan mereka karena tidak memiliki observer ward di bagian atas. Gank berjalan dengan sempurna dan NP berhasil dibunuh dan membuat Morphling mampu kembali farming untuk mendapatkan itemnya.

Masuk ke midgame, strategi masing-masing tim sudah dikeluarkan. Lifestealer yang Infest ke dalam Clockwerk merupakan combo yang sangat mematikan. Bisa dibilang, apabila combo mereka ber 2 berhasil, maka akan langsung mendapatkan 1 kill secara instan karena physical damage yang besar dari Lifestealer ditambah dengan Hookshot dan Cog dari Clockwerk yang mampu mengunci lawan dengan cepat. Menit 17, saat berjalan ke shrine dier, combo ini ingin dikeluarkan oleh tim Highground. Smoke mereka yang terbuka oleh 2hoi menjadikan 2hoi sasaran empuk. Namun, permainan apik dari 2hoi mampu mengecoh hookshot dari Clockwerk dan 2hoi pun selamat.

7.jpg

NP yang kerap kali terculik karena terlalu asyik farming oleh Lina dan ES sudah mulai kesusahan mencari item selanjutnya. Item pertama dari NP adalah Solar Crest untuk mengurangi armor musuh dan membuat musuh menjadi semakin mudah untuk dibunuh. Tpai, strategi yang dilakukan oleh EVOS sangat baik. Smoke 2 orang ke tempat musuh dan dapat mendapatkan kill membuat strategi Highground tidak bias berjalan dengan baik. Sudah masuk ke menit 20, roshan biasanya menjadi sasaran dari kedua tim untuk mendapatkan keuntungan map control. Perang di area roshan pun terjadi, combo-combo yang bagus dikeluarkan oleh EVOS membuat 3 hero dari Highground mati. Namun, ada 1 kesalahan yang dilakukan oleh EVOS, 2hoi masih memiliki grave dan Facehugger yang memakai Lina langsung menekan Bloodstonenya. 

8.jpg

Memenangkan perang di area roshan dan kemudian menangkap Lifestealer dan Rubick di midlane langsung membuat EVOS mengunci roshan dan membunuhnya langsung untuk mendapatkan aegis dan keuntungan map control. Setelah mendapatkan roshan, game ini sudah lebih menguntungkan EVOS karena map control yang dimiliki dan juga itemisasi oleh Highground belum mampu membunuh EVOS. Walaupun perang di tower ke-2 Highground membuat EVOS kehilangan 2 hero, namun 2 core dari EVOS masih hidup, Morphling dan Lina langsung memukul tower 3 dari Highground dengan dilindungi oleh 2hoi yang bermain Dazzle. 

9.jpg

Beberapa menit setelah itu, tepatnya di menit 39, tim Highground langsung call GG. Game 1 dimenangkan oleh EVOS!

 

Game 2 Review

Earthshaker yang di-pick oleh EVOS kali ini harus berpindah tangan ke Highground. Highground memang di game-game sebelumnya selalu first pick Earthshaker karena control area pada saat war yang dimiliki oleh hero ini sangatlah bagus untuk mengunci lawan dan akhirnya dapat memenangkan war itu sendiri. First pick Necrophos oleh EVOS langsung dibalas dengan Earthshaker dan IO oleh Highground.

10.jpg

Bermain dengan strategi IO dan Shadow Fiend menjadikan midlane dari Highground sangat kuat. EVOS kembali menyadari bahwa midlane harus dibantu dengan seorang support agar dapat mengimbangi kekuatan midlane dari Highground. Lagi-lagi midlane dari Highground harus kena first blood duluan. 2hoi yang sangat agresif mampu membunuh IO yang sudah sekarat karena di hit oleh Puck.

11.jpg

Mengetahui keunggulan yang dimiliki oleh Puck di midlane karena mendapatkan assist dari first blood dan farming dengan nyaman, Highground tidak tinggal diam. 4 orang berjalan ke mid untuk membunuh Puck yang saat itu sedang dilindungi oleh Sand King. 2 hero EVOS mati dan keunggulan didapatkan oleh Highground karena Shadow Fiend dapat farming dengan leluasa setelah membunuh 2 hero EVOS. 

12.jpg

Kunci di dalam game ini bagi Highground adalah untuk terus bersama 4 orang membuat space bagi Earthshaker untuk mendapatkan Blink Daggernya. EVOS tidak membiarkan Earthshaker farming terlalu nyaman dan langsung mengincarnya apabila ada kesempatan. 2hoi yang dalam game ini berperan sebagai kapten memimpin jalannya game dengan baik. Nj dan 2hoi langsung mengincar Earthshaker karena 2hoi yang bermain Disruptor memiliki ulti yang cukup mematikan apabila dipakai dengan combo skill lainnya.  

13.jpg

Earthshaker yang berada di posisi offlane ini pun baru mendapatkan blink daggernya pada menit 16. Benar saja, sekali Earthshaker mendapatkan blink dagger, Highground langsung memiliki keunggulan dalam war. Pada saat menyerang tower 2 Highground, EVOS sempat terpencar karena mengunci Tuskar di dekat shrine. 2hoi yang terpisah langsung dibunuh oleh Shadow Fiend dan IO yang sudah siap. Walaupun di war tersebut Earthshaker dan Juggernaut mati, namun Highground mampu membunuh semua hero dari EVOS. Teamwipe. 

14.jpg

Shadow Fiend yang merasa pede dengan adanya IO karena mampu menyelamatkannya ketika diulti Disruptor harus kembali mati. Posisi IO yang terlalu jauh membuat IO tidak mampu relocate dan Shadow Fiend yang sedang bersembunyi di hutan dekat tower 2 bawah EVOS harus ketahuan posisinya gara-gara Veil of Discord dari Puck dan Kinetic Field dari Disruptor. Kesalahan ini harus dibayar mahal oleh Highground karena top networth mereka harus mati.

15.jpg

Nj yang menggunakan Faceless Void dalam game ini bermain sangat baik. Posisi dan timing dari Nj berkali-kali menangkap Shadow Fiend yang sedang BKB dan menyebabkan berkurangnya hitter dari tim Highground. Dengan permainan yang bagus, EVOS banyak sekali memenangkan fight dan membuat Highground tidak berkutik. Dengan skor 45-23, EVOS mengunci kemenangan setelah memenangkan fight di shrine Highground. 

16.jpg

GG call pun keluar dari tim Highground dan EVOS memenangkan game ke-2 dari seri ini. 

18.jpg

Keep supporting EVOS!

#EVOSROAR

 

EVOS Esports at ProDota Cup SEA #9

After missing two ProDota Cup SEA series (#7 and #8), EVOS finally will be playing in the latest series of ProDota Cup SEA, which is series #9. EVOS will be in Group B with Magic Flying Bears, Lorem Ipsum, Ten Twenty, and Team No Throne.

http://wiki.teamliquid.net/dota2/ProDotA_Cup_Southeast_Asia/9

http://wiki.teamliquid.net/dota2/ProDotA_Cup_Southeast_Asia/9

 

The first match of EVOS will be against Ten Twenty at 08:00 PM GMT+7. You can find the full group standings and participants here. With ramz no longer playing mid for EVOS, we will be using standin for today. 

Keep supporting EVOS!

#EVOSROAR

 

 

 

Jokowi Ingin Ada Pendidikan Jurusan E-Sport di Indonesia

Asset 2.png

TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo ingin Indonesia memiliki pendidikan kejuruan yang variatif, seperti jurusan e- sport. Visi besar soal masa depan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia itu diungkapkan Jokowi saat membuka Pasanggirinas dan Kejurnas Silat ASAD 2017 di Jakarta Timur.
Read more at http://nasional.tempo.co/read/news/2017/08/08/173898118/jokowi-ingin-ada-pendidikan-jurusan-e-sport-di-indonesia#So8WZPSdBUb9Vb4r.99

Source: https://nasional.tempo.co/read/news/2017/0...