Kemenangan gemilang EVOS Free Fire bukan hasil keberuntungan namun kerja keras. Seperti yang kita tahu, permainan dari tim EVOS divisi Free Fire sedang berada di puncak, di mana mereka selalu berhasil mendominasi di setiap permainan. Dibalik kegemilangannya, tim EVOS memiliki beberapa cerita menarik yang patut untuk ditilik, dan kali Ini Manay selaku analis sekaligus pelatih akan menceritakan pandangannya tentang dominasi kuat tim kebanggaannya ini.

EVOS Free Fire terbentuk karena chemistry

Berkembangnya sebuah tim esport tidak semata-mata dikarenakan oleh usaha satu orang, melainkan hasil kerja sama yang dilakukan secara kompak. Hal tersebut menjadi landasan bagi Manay untuk bisa mengatakan bahwa para pemain di EVOS Free Fire memiliki chemistry yang sangat kuat sebagai  satu tim. “Biasanya di tim itu ada aja orang yang mau tampil hebat, di EVOS beda. Anak-anak di sini justru memberikan yang terbaik untuk melakukan kerjasama tim,” ujar Manay.

Booyah bukan karena hoki!

Konsistensi seorang player esport menjadi tolak ukur kesuksesannya di dunia game. Hal inilah yang selalu dipegang teguh oleh para player EVOS Free Fire untuk bisa mendapatkan tahtanya saat ini. Kecintaan mereka terhadap game Free Fire terlihat dari disiplinnya mereka terhadap jadwal latihan dan prestasi yang dicapai. Sebagai analis sekaligus pelatih, Manay cukup berkesan dengan teman-temannya di EVOS. “Mereka tuh disiplin untuk latihan setiap hari, dan selalu all out untuk main. Kalo biasanya orang suka jenuh main satu game, mereka kayaknya ga pernah jenuh untuk memainkan Free Fire doang dari dulu sampai sekarang,” tuturnya.ds baru saja memenangkan 1 game.

Tim dengan hubungan kekeluargaan

Tim EVOS Free Fire bisa dibilang bukan sekedar tim untuk bermain, melainkan tim kekeluargaan. Hal seperti ini mungkin juga dimiliki oleh tim lain, namun tim EVOS sendiri memiliki hubungan yang lebih dari special. Berangkat dari pertemanan, para player EVOS memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap satu sama lain.

Manay juga menjelaskan bahwa tim EVOS Free Fire sangat kompak sehingga jarang sekali muncul trus issue. “Para player EVOS udah lebih dari sekadar teman, kita tuh kekeluargaan. Kalau bosen main kita makan bareng di luar, saling curhat, apa apa dikerjain bareng jadi udah saling percaya satu sama lain,” jelas Manay.

Bagi Manay, menjadi analis merupakan bentuk tanggung jawabnya terhadap Tim EVOS

Sebelumnya, Manay adalah seorang player di tim Free Fire yang pernah membawa EVOS memenangkan kejuaraan dunia. Saat itu Manay sudah memutuskan untuk berhenti menjadi pro player, namun tidak sepenuhnya berhenti. Sebagai bentuk tanggung jawabnya, Manay beralih profesi dari player menjadi analis dan pelatih bagi teman-temannya. Hal tersebut ia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kecintaannya terhadap tim.

“Pas mau berhenti jadi pro player gue merasa ga bisa ninggalin temen-temen gue di tim, secara gue yang ngajak mereka ke dalam dunia ini. Sebagai bentuk tanggung jawab, gue gak berhenti sepenuhnya dan akhirnya jadi analis,” ucap Manay.

Berada di dunia esport memberikan banyak cerita tersendiri. Manay yang kini menjadi analis sekaligus pelatih masih memiliki mimpi besar dikemudian hari. Baginya, mimpi yang harus dicapai selanjutnya adalah membawa tim EVOS Free Fire kembali juara dunia, seperti yang pernah dia lakukan dulu. Tidak sampai disitu, Manay pun menceritakan bahwa apa pun yang dilakukan kedepannya, ia berharap bisa terus bersama-sama.

Check out our social media:

EVOS Esports site: https://www.evosesports.com

YouTube:   https://www.youtube.com/evosesports

Instagram: https://www.instagram.com/evosesports

Facebook:  https://www.facebook.com/teamEVOS

Share: