Siapa yang tak kenal dengan player Mid EVOS yang satu ini? Dwi Gilang Fallah atau dikenal sebagai Fall atau EVOS.T43, menjadi salah satu player AOV yang cukup terkenal karena gaya bermain dan konsistensinya di dunia esports. Bergabungnya Fall bersama EVOS gak sekadar menjadi pro player namun sebagai bagian dari tim.

Bagi Fallah, menjadi pro player bukan sekadar main-main

Konsistensinya dalam dunia Esport merupakan bentuk keyakinan dan kecintaan Fallah terhadap dunia game. Layaknya bekerja sebagai pekerja kantoran, Fallah sangat serius dengan profesi yang ia jalani saat ini. Baginya, menjadi pro player bukan sekadar profesi senang-senang, melainkan sebuah pekerjaan dengan tanggung jawab besar dan kesulitannya sendiri, menjaga ego, mengemban tanggung jawab atas tim, bermain baik, berkomunikasi dan bekerja sama bukan hal yang mudah dilakukan.

EVOS menjadi tim paling serius di antara tim lain yang pernah dia jalani

Perjalanannya di dunia esports dimulai sejak 2017 hingga kini. Meski pernah bergabung dengan tim besar seperti BTR dan DG Esports, baginya EVOS menjadi salah satu tim yang sangat serius membangun dunia esports. ”EVOS itu bukan sekadar tim esports tapi tim yang benar-benar ada untuk esports,” ungkapnya.

Fallah cukup menegaskan bahwa EVOS bukan sekedar tim esports, melainkan sebuah tim besar dengan visi misi yang jelas dan mengayomi seluruh pemainnya. Hal tersebutlah yang membuat Fallah betah berada di EVOS karena terjalinnya hubungan dua arah yang sangat baik antara player dan coach. “Banyak tim esports yang acuh sama playernya, jadinya banyak masalah karena gak jelas,” jelas Fallah.

Ternyata, Fallah pun sempat bergonta-ganti role

Sebagai salah satu player mid, gak menutup kemungkinan bagi Fallah untuk mengisi role lainnya jika dibutuhkan. Jika dilihat dari sepak terjangnya, Fallah sudah beberapa kali berpindah-pindah role. “Waktu di BTR pernah dipindahkan dari Mid jadi Archer Abyssal Lane, jadi jungler trus balik lagi ke Mid,” tutur Fallah.

Setelah melewati dua tahun bersama BTR, Fall sempat mengisi role jungler di tim DG Esports sebelum akhirnya kembali menjadi midlaner di EVOS. Fenomena pindah-pindah role gak berhenti sampai di situ. Saat sudah bergabung dengan EVOS, Fallah juga sempat bergonta-ganti role untuk menyesuaikan komposisi tim. “Pas di EVOS juga pernah sempet gantiin role Hans di Abyssal Lane karena dia pindah ke ML sampe Kaell masuk, abis itu juga pernah ngisi Jungler dan Wiraww yang jadi Supportnya,” tambahnya.

Fallah merasa lebih dewasa berada di tim EVOS

Terkadang mengejar impian gak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Setiap masalah dan kesulitan menjadi momen pendewasaan bagi setiap orang yang berada di dalam tim EVOS, salah satunya adalah Fallah. Meski banyak hal-hal yang membuat kecewa namun Fallah berhasil mengonversi masalahnya menjadi pembelajaran di tahap pendewasaan diri. “Salah satu contoh momen pendewasaan ketika season 3 ASL kemarin gue yakin bisa masuk 4 besar, tapi karena trust issue kita akhirnya masuk 8 besar,” ujarnya. Meski kecewa namun di lain sisi Fallah juga sangat puas karena bisa masuk ke dalam 8 besar di antara tim-tim kuat di Thailand.

Pesan Fallah buat teman-teman yang ingin jadi pro player

Menjadi pro player perlu passion dan dedikasi tinggi untuk menjadi bagian dari tim. “Hal pertama yang harus disadari sebelum jadi pro player adalah kalau profesi ini bukan suatu hobi tapi pekerjaan,” tuturnya. Fallah juga menegaskan bahwa butuh banyak pengorbanan untuk bisa bertahan menjadi pro player di EVOS, jika hanya bermain-main maka sulit rasanya untuk bisa bertahan di tim.

“Sama halnya dengan profesi lainnya, kalau kalian main jelek maka sewaktu-waktu akan didepak sama player yang lebih bagus. Intinya jadi pro player jangan manja sama harus konsisten, soalnya kalau lo kalah ya lo akan diganti,” tegas Fallah.

Check out our social media:

EVOS Esports site: https://www.evosesports.com

YouTube:   https://www.youtube.com/evosesports

Instagram: https://www.instagram.com/evosesports

Facebook:  https://www.facebook.com/teamEVOS